Biografi



Helen Adams keller dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia, sebuah kota kecil di barat laut Alabama. Anak perempuan dari pasangan Kapten Arthur Henley Keller dan Kate Adam Keller sewaktu dilahirkan Helen memiliki penglihatan dan pendengaran yang normal. Pada Usia 19 bulan, ia menderita penyakit misterius yang menyebabkannya buta dan tuli. Ia jadi liar dan tidak dapat diatur pada usia 7 tahun, sehingga orang tuanya bertemu dengan Johanna Mansfeld Sullivan Macy untuk menjadi guru pribadinya. Anne segera mulai mengajar Helen mengeja dengan jari. Mengeja kata “boneka” untuk menandai hadiah yang dia bawa untuk Helen. Kata berikutnya yang ia ajarkan pada Helen adalah “kue”. Walaupun Helen dapat mengulangi gerakan-gerakan jari ini, ia tidak dapat sepenuhnya memahami apa artinya. Dan ketika Anne berjuang untuk mencoba membantunya untuk memahami, ia juga mencoba berjuang mengontrol kelakuan buruk Hellen yang terus berlanjut.      

Tahun 1900, Keller masuk Radcliffe College menjadi orang bisu dan tuli pertama yang pernah mengikuti institusi pembelajaran yang lebih tinggi.  Sullivan terus berusaha untuk mendampingi Keller dalam semua kelasnya dan menerjemahkan kuliahnya dengan isyarat tangannya. Ketika Ladies Home Journal meminta Keller menulis autobiografinya, Dia menulis cerita dengan mesin tik Braille dan mesin tik biasa sekaligus. Pada saat inilah Helen dan Anne bertemu John Albert Macy yang menolong mengedit buku Helen yang pertama “The Story of My Life” – ‘Kisah Hidupku’. Pada tanggal 28 Juni 1904 Helen Keller lulus dari Perguruan Tinggi Radcliffe, ia menjadi orang bisu dan tuli pertama yang mendapat gaji dengan gelar seni. Akhirnya John Macy menjadi teman baik Helen dan Anne,  dan pada Mei 1905 John dan Anne menikah. Tahun 1906, ketika New York membangun State Comission For The Blind, gubernur menunjuk Keller dalam lembaga tersebut. Keller dan Macy menjelajahi negara untuk mengumpulkan dana. Keller juga meluncurkan kampanye menentang Opthalmia Neonatorum, menjadikannya orang yang pertama menyuarakan tentang bagaimana penyakit kelamin yang tidak bisa dicegah menyebabkan penyakit lainnya yang mematikan.                            
Tahun 1924, American Foundation For The Blind (AFB) menjadikan Keller sebagai juru bicaranya          . dia juga terus aktif dalam berbagai gerakan reformasi sosial, termasuk penghapusan tenaga kerja anak-anak dan hukuman mati. Pada 1931 mereka bertemu Raja George dan Ratu Mary di Istana Buckingham yang mengungkapkan bahwa mereka sangat terkesan dengan kemampuan Helen untuk memahami apa yang orang katakan dengan meraba. Setelah Macy meninggal tahun 1932, Thomson menjadi Rekan Keller. Tahun 1930-an, Keller secara aktif melobi washington atas nama American Foundation For The Blind (AFB), yang membantu mendapatkan pelayanan buku-buku percakapan dan bacaan untuk tunanetra yang dialami oleh pemerintah federal, dan ia menjadi penolong dalam membuat tunanetra dimasukkan sebagai kategori yang dijamin dibawah ayat X undang-undang Jaminan Sosial.   
Selama perang dunia II, Keller dan Thomson menghabiskan bertahun-tahun melakukan perjalanan keliling dunia menggalang dana untuk yayasan di Amerika untuk tunanetra di luar negri. Mereka mengunjungi Jepang, Australia, Amerika Utara, Eropa dan Afrika. Mereka juga melakukan perjalanan membangun rumah sakit militer, dan tahun 1950-an dia melakukan perjalanan mengajar ke Afrika Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin untuk orang-orang yang cacat visual. Setelah kematian Thomson tahun 1960, Keller pensiun dari kehidupan publik. Tahun 1964, dia dianugerahi medali kemerdekaan, penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada penduduk sipil, diserahkan oleh presiden Lyndon Johnson (1908-1972). Setahun kemudian ia terpilih menjadi salah satu wanita yang diabadikan di Hall of Fame di sebuah pameran dunia di New York.                                                                                                

Pada 1 Juni 1968 di Arcan Ridge, Helen Keller meninggal pada usia yang ke-87 dengan damai dalam tidurnya. Jenazahnya dikremasi di Bridgeport, Connecticut dan sebuah jasa pemakaman mengatur agar guci abunya ditempatkan di Katedral Nasional di Washington yang lalu diletakkan bersebelahan dengan abu Anne Sullivan dan Thomson. Tempat peristirahatan terakhir Helen adalah makam yang populer di kalangan turis dan plakat perunggu didirikan untuk memperingati hidupnya berikut dengan ukiran yang ditulis dalam huruf Braille.

Komentar

Postingan Populer